Kiriman email dari teman 1.

Image hosted by Photobucket.com

Assalamualaikum,

Subhanallah. Semoga kita sentiasa beringat hendakNya.

Sila ambil iktibar wahai insan yang mempunyai daya penglihatan. Gamba ini dirakam secara tidak sengaja oleh Nasa. Terdapat objek di langit yang pecah dan dalam beberapa bulan yang lepas dalam akbar Al-Ahram dan Laman Web Nasa ia dikatakan merupakan bukti dalil kebenaran Islam. Alangkah benarnya Allah S.W.T berfirman:

“SELAIN ITU SESUNGGUHNYA (NGERI) TATKALA LANGIT PECAH-BELAH LALU MENJADILAH MAWAR MERAH, BERKILAT SEPERTI MINYAK” ***

Ayat ini menggambarkan kehancuran alam langit ketika gampir kiamat.

Beringatlah dan jangan alpa kepada keduniaan. Perbanyakan kebajikan dunia dan akhirat. Dunia kian hampir ke penghujung akhir zaman.

Kiriman email dari teman 2.

Spitzer Kirimkan ‘Bunga Mawar dari Ruang Angkasa
Teleskop ruang angkasa Spitzer mengirimkan ucapan Valentine berupa ‘bunga mawar dari langit’, yakni foto bintang-bintang muda berselimut kabut yang terlihat bagai kuncup bunga mawar berwarna merah jambu.

Tepat beberapa hari sebelum hari kasih sayang, teleskop yang diluncurkan tahun lalu itu mengarahkan lensanya ke suatu kumpulan bintang-bintang baru yang saling berikatan dalam sebuah kabut kosmis. Kabut gas dan debu berbentuk bunga itu sering disebut sebagai cermin nebula atau pantulan nebula.

“Foto yang dikirimkan Spitzer tidak sekadar cantik, namun juga membantu kita memahami bagaimana bintang-bintang terbentuk dalam lingkungan padat yang berselimut kabut,” ujar astronomis Thomas Megeath. “tahun lalu Matahari kita juga lahir dalam kabut seperti itu.”

Teleskop infra merah
Terletak di gugusan bintang Cepheus yang berjarak kurang lebih 3.330 tahun cahaya, kabut nebula berbentuk bunga mawar yang membentang seluas 10 tahun cahaya ini merupakan rumah dari sekitar 130 bintang muda.

Gambar-gambar sebelumnya dari kabut gas yang dikenal sebagai NGC 7129 tersebut memperlihatkan debu-debu bintang muda bersuhu tinggi yang diselimuti kabut bercahaya.

Berbeda dengan gambar awal yang diambil menggunakan cahaya tampak, teleskop Spitzer memotretnya dengan radiasi infra merah. Hasilnya adalah foto yang lebih detail. Di situ tampak partikel-partikel debu dan gas panas di sekitar bintang-bintang.

Kelopak bunga merah jambu pada NGC 7129 berisi bintang-bintang remaja yang telah membuka selimut kabutnya, sementara ‘tangkai’ hijau di bagian bawah menggenggam bintang-bintang yang baru lahir. Radiasi bintang-bintang muda ini telah mengikat gas-gas di sekitarnya untuk mendekat.

Di luar kabut utama, calon-calon bintang muda juga bisa terlihat oleh Spitzer. “Kini kami bisa melihat beberapa bintang di balik kabut nebula yang sebelumnya tersembunyi dalam gelapnya debu dan gas,” ujar Megeath, yang merupakan pengajar di Harvard Smithsonian Center.

Dengan menganalisa kepadatan dan jenis sinar infra merah yang dipancarkan tiap bintang di gugusan itu, para ilmuwan dapat menentukan bintang mana saja yang dikelilingi debu. Adapun debu yang mengelilingi bintang, atau sering disebut piringan circumstellar, kerap kali terkumpul menjadi satu dan membentuk planet-planet.

Dengan mengamati bintang-bintang muda di atas, para astronom akan bisa memahami begaimana kumpulan bintang dan kabut nebula membentuk sistem planet serupa dengan tata suria kita.

Advertisements

~ by Taufiq Lazyduck on August 17, 2005.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: